Melawan hoax ulat api daun tanaman mangga “penyebab kematian” dalam 4 jam setelah gigitan

Penulis: Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D.

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

Berikut ini adalah video yang penulis ambil dari Youtube, yang konon katanya ulat dalam video tersebut dapat menyebabkan kematian dalam 4 jam setelah gigitan. Pada video yang beredar di Youtube dan melalui pesan broadcast viral Whattsapp, diberikan judul yang “bombastis” , seperti “Gempar Ulat daun Mematikan” , “Ulat pohon mangga yang berbahaya!!”. 

Yang kemudian diikuti dengan pesan: “Mohon sebarkan kepada teman2 yang terkena binatang ini bisa meninggal setelah 4 jam, biasanya di pohon mangga adanya. Info dari entomolog. Ijin sekedar informasi,, ini adalah binatang yang langka dan sangat berbaya, biasanya di daun pohon mangga. Orang yang terkena gigitan itu secara langsung….,,, umumnya akan wafat setelah 4 jam dari gigitan itu, akibat Dehidrasi yang Sangat Dahysat. Sangat berbahaya sekali..!!! Mohon sebarkan, terutama kpda saudara-sadari kita yang dDekat dgn Pohon Mangga…Terimakasih…Sumber : WAG entomolog kesehatan P2P kemenkes RI.” read more

Hama Serangga Kumbang Moncong (Orchidophilus atterrimus) pada Anggrek Dendrobium

Video credit: Dea F., Dini R., Farda T., and Urfi S.

Video editor: Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D.

BAHASA : Anggrek merupakan tanaman bunga hias yang banyak dibudidayakan dan merupakan salah satu komoditas penting tanaman berbunga. Budidaya anggrek, tidak lepas dari masalah yang disebabkan oleh hama serangga, walaupun pada umumnya budidaya dilakukan di dalam green house atau rumah kaca. Salah satu serangga yang potensial menjadi hama pada tanaman anggrek adalah Orchidophilus atterrimus (Coleoptera: Curculionidae). read more

“Si Cantik” yang Terusir

Penulis: Tiffany Hanik Lestari

Mahasiswa Program Pascasarjana Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Gambar. Kupu raja (Troides helena) yang sedang kopulasi (gambar diambil dari flikr.com)

Kehilangan biodiversitas merupakan topik utama dalam kajian ilmu hayati (ekologi). Hal ini utamanya disebabkan oleh kerusakan dan fragmentasi habitat, serta ditambah dengan faktor penyebab kepunahan spesies seperti eksploitasi besar-besaran, adanya spesies asing yang diintroduksi secara alami ataupun buatan, dan perubahan iklim (Krauss et al., 2010). Selain itu, fragmentasi habitat dan kerusakan habitat juga menjadi salah satu faktor dalam kehilangan biodiversitas. read more

Fakultas Biologi mulai program pengembangan taman dan museum kupu

Di Indonesia ada sekitar 20 jenis kupu yang dikategorikan langka dan dilindungi. Usaha konservasi kupu yang bernilai estetika ini dapat berjalan beriringan dengan program eduwisata berbasis keanekaragaman yang telah mulai menjadi basis wisata keindahan alam. Dalam rangka konservasi dan mengembangkan wisata edukasi, Fakultas Biologi telah mulai merintis pengembangan taman dan museum kupu. Walaupun, pada saat ini masih dalam awal pengembangan fasilitas dan pengembangan tanaman inang. Diharapkan dalam beberapa waktu kedepan, taman dan museum kupu yang dikembangkan oleh Fakultas Biologi dapat menjadi salah satu tujuan wisata edukatif di Yogyakarta. read more

Yuuk kita mengenali serangga di sekitar kita pada usia dini

Penulis: Sukirno

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM

A. Pengenalan serangga di TK Khalifah Condong Catur

B. Pengenalan serangga kepada siswa TK Indriyasana Turi

Anak-anak usia 4-6 tahun merupakan fase perkembangan dimana anak banyak mengeksplor, berusaha mengenal dan mencoba sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Pada fase ini anak-anak terkadang tidak segan untuk menyentuh, memegang, menangkap, dan menyimpan hewan yang mereka temui di sekitar mereka. Mereka belum mengetahui apakah hewan yang mereka bawa tersebut berbahaya atau tidak. Hewan yang paling banyak ditemui di sekitar rumah, sekolah, dan tempat tinggal adalah serangga. read more